Buku acuan
Gary Dessler, Human Resources Management, 9th edition, Prentice
Hall, 2003
Randal S. Schuler, Susan E. Jackson, MSDM Menghadapi Abad ke 21, 1997
Henry Simamora, MSDM Edisi 3 Tahun 2004
Anwar Prabu mangkunegara, MSDM perusahaan, 2004
A. Pengertian MSDM
MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja secara efisien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan,karyawan dan masyarakat.
adalah proses penarikan ,seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi utk mendapatkan karyawan yg sesuai kebutuhan perusahaan.( the right man in the right place).
adalah proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab karyawan tersebut.
adalah kegiatan utk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, shg tercipta kerjasama yg serasi dan saling menguntungkan.
adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang.
Integrasi yg Efektif
Kompetitif
A. Tantangan Stratejik SDM
B. Proses Manajemen Stratejik
C. Jenis Perencanaan Stratejik dan
A.TANTANGAN STRATEJIK SDM
3 tiga tautan mendasar.
1.Keharusan mendukung produktivitas dan upaya peningkatan kinerja perusahaan.
2.Karyawan menanamkan peran yg luas dlm usaha perbaikan kinerja perusaha.
3.SDM hrs terikat lebih jauh dlm mendisain tdk hanya melaksanakan rencana stratejik perusahaan.
B.PROSES MANAJEMEN STRATEJIK
1.Manajemen Stratejik, adalah proses pengidentifikasian dan pelaksanaan misi organisasi dengan menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan tuntutan lingkungan.
a.Evaluasi situasi internal dan eksternal
b.Mendefinisikan bisnis dan mengembangkan misi
c.Menerjemahkan misi kedalam tujuan stratejik
d.Merangkai strategi atau arahan tindakan
3.Visi, adalah pernyataan umum tentang tujuan yg direncanakan yg merupakan sumber perasaan emosional anggota organisasi.
3.Misi, adalah mengkomunikasikan siapa perusahaan tersebut, apa yg dilakukannya dan dimana dia dapat memimpin.
5.Proses Manajemen Stratejik
ØStratejik / strategi perusahaan, adalah jembatan penghubung perusahaan, berada sekarang dengan dimana perusahaan ingin berada dimasa depan
ØStrategi adalah serangkaian tindakan, menunjukkan bagaimana bisnis akan bergerak dari bisnis saat ini ke bisnis yang diinginkan seperti yang dinyatakan dalam visi, misi, dan tujuan stratejiknya.
•Dilakukan dg menyelenggarakan Kontrol Stratejik.
•Kontrol Stratejik adalah proses evaluasi kemajuan yg dicapai melalui tujuan-tujuan strattejik dan melakukan tindakan korektif.
•Mengelola strategi adalah proses yg terus berlanjut.
•Mengelola strategi adalah proses yang terus berlanjut.
•Kontrol stratejik menjaga strategi perusahaan mengikuti perkembangan zaman.
STRATEJIK
1.Strategi tingkat Korporasi, mengidentifikasi portofolio bisnis secara keseluruhan. Misalnya : strategi diversifikasi, integrasi vertikal, konsolidasi, dan strategi perluasan geografis.
2.Strategi Tingkat Bisnis/Strategi Kompetitif
•Perusahaan mencoba untuk mencapai keuntungan kompetitif yaitu : sebagai semua faktor yang memungkinkan organisasi mendiferensiasikan produk dari produk pesaing untuk meningkatkan persentasi pangsa pasar.
•Perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi kompetitif, misal : Kepemimpinan berbiaya rendah atau diferensiasi.
3.Strategi Fungsional
Mengidentifikasikan serangkaian tindakan mendasar yang harus diikuti oleh setiap departemen untuk membantu bisnis mencapai tujuan kompetitif.
Strategi fungsional perusahaan harus masuk akal berkaitan dengan strategi bisnis / kompetitifnya yang telah ditetapkan oleh tingkat bisnis (unit bisnis).
1.Peran SDM dalam melaksanakan strategi
2.Peran SDM dalam Formulasi Strategi
YANG BERORIENTASI PADA
STRATEGI
1.Dibutuhkan keahlian baru sebagai bagian dari profesional SDM.
2.Harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menciptakan sistem SDM yang menciptakan perilaku karyawan yang relevan secara stratejik.
a.Fungsi SDM, yaitu profesional SDM yang memiliki keahlian stratejik dan lainnya yang dibutuhkan untuk membangun sistem SDM yang berorientsi pada strategi.
b.Sistem SDM, yaitu kegiatan dan kebijakan SDM, seperti bagaimana perusahaan merekrut, menyeleksi, dan melatih, serta memberi penghargaan pada karyawan.
c.Perilaku Karyawan, yaitu kompetensi dan perilaku karyawan yang dibutuhkan strategi perusahaan, dan diharapkan muncul dari tindakan dan kebijakan strategi perusahaan, mendukung sistem SDM.
4.Sistem Kerja Kinerja Tinggi
5.Menerjemahkan Strategi ke dalam Kebijakan dan Praktik SDM.
a.Proses dasarnya :
1)Formulasi Strategi Bisnis, apa tujuan strategis bisnis tersebut.
2)Mengidentifikasi persyaratan tenaga kerja, apa perilaku dan kompetensi karyawan yang harus diupayakan olej SDM untuk memampukan bisnis memcapai tujuan-tujuannya.
3)Formulasi Kebijakan dan Aktivitas. Praktek-praktek dan strategi SDM mana yang akan memampukan SDM untuk menghasilkan kompetensi dan perilaku karyawan ini
4)Mengembangkan Pengukuran Kartu Nilai SDM
•Bagaimana SDM dapat mengukur apakah pelaksanaan tersebut berjalan dengan baik untuk bisnis, berkaitan dengan menghasilkan persyaratan kompetensi dan perilaku tenaga kerja ?
SDM
1.Kartu Nilai SDM adalah, mengukur efektifitas dan efisiensi fungsi SDM dalam menghasilkan perilaku karyawan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategik.
2.Hubungan Data Kartu Nilai SDM
3.Tujuh tahap dalam penggunaan pendekatan Kartu Nilai SDM :
FUNGSI PENGADAAN
ANALISA JABATAN
•Tenaga-kerja yg cakap, mampu, dan trampil blm menjamin produktivitas kerja yg baik bila moral kerja & kedisplinannya rendah.
a.Wawancara - individual – setiap karyawan
b.Kuesioner – meminta karyawan mengisi kuesioner
c.Observasi – langsung mengamati di lokasi
d.Catatan Laporan Partisipasi – kelompok – pekerjaan yang sama
e.Teknik Analisis Pekerjaan Kuantitatif – penyelia – dengan satu banyak penyelia
f.Menggunakan berjumlah sumber informasi
a.Indentifikasi pekerjaan
b.Ringkasan pekerjaan
c.Tanggung jawab dan Kewajiban
d.Otoritas dari pemegang jabatan
e.Standar prestasi
f.Kondisi kerja
g.Spesifikasi pekerjaan
adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang yg bisa diterima agar dpt menjalankan satu jabatan dengan baik & kompeten.
1.Spesifikasi pekerjaan karyawan terlatih vs tidak terlatih.
a.Karyawan terlatih, spesifikasi terfokus pada ciri pekerjaan.
b.Karyawan tidak terlatih, spesifikasi dengan menyebutkan, seperti : ciri fisik, kepribadian, minat, ketrampilan sensorik.
2.Spesifikasi berdasarkan pada penilaian
a.Ketekunan
b.Ketelitian
c.Fleksibilitas jadwal
d.Kehadiran
e.Perilaku diluar tugas ( kebalikan )
f.Kekacauan ( kebalikan )
g.Pencurian ( kebalikan )
h.Penyalahgunaan obat ( kebalikan )
1.Pendidikan
2.Pengalaman
3.Persyaratan fisik
4.Persayaratan mental
5.Supervisi
6.Kondisi Kerja
a.Ketekunan
b.Ketelitian
c.Fleksibilitas jadwal
d.Kehadiran
e.Perilaku diluar tugas ( kebalikan )
f.Kekacauan ( kebalikan )
g.Pencurian ( kebalikan )
h.Penyalahgunaan obat ( kebalikan )
•
•
B. Fungsi Operasional MSDM
Fungsi operasional dlm Manajemen Sumber Daya
Manusia merupakan basic ( dasar ) pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan
efektif dlm pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
Fungsi operasional tersebut terbagi 5 ( lima
), secara singkat sebagai berikut:
a. Fungsi Pengadaan/Penarikan
b. Fungsi Pengembangan
c. Fungsi Kompensasi
d. Fungsi Pengintegrasian
Dimana Pengintegrasian adalah hal yg penting dan sulit dlm MSDM, karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yg bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.
e. Fungsi Pemeliharaan
Pemeliharaan yg baik dilakukan dg program
komunikasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja,pengendalian konflik,konseling
kerja
F.Fungsi pemisahan tenaga
kerja
Mencakup pemberhentian karyawan
C. Peran Strategik MSDM
SDM sudah berubah dan fungsi spesialisasi yg berdiri
sendiri mjd fungsi yg terintegrasi dg seluruh fungsi lainnya di dlm organisasi,
utk mencapai sasaran yg sudah ditetapkan.
Tingkat integrasi
antara perencanaan strategis dg fungsi-fungsi SDM terwujud dlm 4 macam hubungan
:
1.Hubungan Administrasi
2.Hubungan Satu Arah ,Fungsi SDM merancang program dan
sistem unk mendukung tujuan strategis perusahaan.
3.Hubungan Dua Arah ,saling ketergantungan antara
perencanaan strategi dg SDM.
4.Hubungan Integratif, manajer SDM dipandang sbg
sebenar-benarnya mitra bisnis
staregis dan dilibatkan dalam keputusan strategis
D.
Faktor Pendorong Pembentukan
Lingkungan : Kekuatan lingkungan yg sangat berperan dam persaingan yg
semakin meningkat, perubahan teknologi dan perubahan femografi tenaga kerja.
Sejarah dan kultur organisasi : Budaya organisasi yg berorientsi pd SDM yg kuat mampu mengembangkan hubungan alamiah antara
kegiatan SDM dg perencanaan strategis.
Strategis : Strategi pemusatan pd satu jenis bisnis inti dpt memacu
potensi bagi terciptanya hubungan perencanaan strategis dg SDM yg semakin
integratis karena memungkinkan dikembangkannya dan diterapkannya program dan
sistem SDM di seluruh perusahaan.
Struktur : Penempatan unit SDM dlm struktur organisasi, senior eksekutif SDM di beri status sama seperti direktur
fungsional lainnya
Keterampilan dan Nilai yg dianut
eksekutif : SDM memiliki pengetahuan yg
baik mengenai bisnis dan mampu memberikan masukan kedalam proses perencanaan
strategis.
Keterampilan dan Nilai yg dimiliki
Karyawan : bantuan fungsi SDM yang diterima manajemen untuk
memecahkan masalah ketenagakerjaan akan menguatkan pentingnya fungsi SDM.
Sistem Manajemen yg meliputi sistem imbalan, sistem komunikasi dan
informasi SDM shg SDM dan perencanaan strategi
akan semakin terintegrasi jika para senior
eksekutifnya memiliki persentase yg substansial konpensasi menanggung resiko.
Sistem Komunikasi yg memiliki tujuan membangun kesadaran manajer thp
tujaun strategis perusahaan dan mendorong merekamengembangkan motivasi
bawahannya didukdung dg database SDM yg dikembangkan dengan baik
E. Paradigma Lama MSDM
MSDM selama ini memiliki fungsi
spesialisasi yg berkaitan dengan kegiatan adaministrasi (karwayan,perekrutan, pelatihan , pengupahan) dan lebih banyak melayani manajemen fungsional yg lain dlm
organisasi, seperti fungsi pemasaran,keuangan, produksi atau lainnya.
F. Paradigma Baru MSDM
Perubahan lingkungan bisnis yg sangat cepat dan komplek seperti
demografi, geografis, jenis bisnis, lingkungan hidup, serta dampak globalisasi,
mengharuskan organisasi (SDM) utk beradaptasi secara cepat dg lingkungan yg turbulens dg bersikap proaktif.
G. Peran
MSDM Utk Meraih Keunggulan
1.Strategi
2.Standar pengukuran
3.Kartu nilai SDM
4.Sistem Kerja Kinerja
Tinggi
1.Strategi :
Rencana jangka panjang perusahan utk menyeimbangkan kekuatan dan
kelemahan internalnya dg kesempatan dan ancaman eksternalnya dlm mempertahankan
keuntungan kompentitif.
2. Standar pengukuran
:
satu set pengukur
prestasi kuantitatif yang digunakan para manajer SDM untuk menilai kegiatan
mereka.
3. Kartu Nilai SDM
Sebuah sistem
pengukuran ringkas, menunjukkan standar kuantitatif atau “matrik” yg digunakan
perusahaan utk mengukur aktivitas SDM dan utk mengkur perilaku karyawan yg
merupakan hasil dari aktivitas ini, serta mengukur hasil yg berhubungan dg
perusahaan yg relevan secara strategis dg prilaku para karyawan.
4.
Sistem Kerja Kinerja / high
performance work system / HPWS :
ØSetiap perusahaan harus mendisain, satu
set kebijakan SDM dan praktek – praktek yg masuk akal untuk strategi dan
situasi perusahan itu sendiri.
ØTujuan HPWS adalah memaksimalkan
kompentensi dan kemampuan karyawan diseluruh organisasi.
Ø
1.Keahlian – keahlian
baru.
2.Kebutuhan untuk
“memahami hukum pekerjaan anda”.
3.Etika dan SDM.
4.Sertifikasi SDM.
5.SDM dan Teknologi.
●
1.Keahlian – keahlian baru :
a.Keahlian SDM.
b.Keahlian Bisnis.
c.Keahlian Kepemimpinan.
d.Keahlian Pembelajaran.
2. Kebutuhan utk “memahami hukum
pekerjaan
anda”
Hukum yg
berkaitan dg SDM berpengaruh luas pd setiap keputusan yg dibuat oleh manajer
SDM atau manajer lini.
a.Hukum keselamatan pekerjaan.
b.Hukum resiko keamanan dan kesehatan.
c.Hukum Tenaga Kerja (UU No.13 Th 2003)
3. Etika dan SDM
contoh :
a.Kongres meluluskan
hukum Sabarnes Oxley th 2003 utk menolong memastikan para manajer melakukan
tanggung jawab etika mereka dg serius yaitu dg merencanakan utk mencegah
laporan keuangan yg tidak benar.
b. Masalah etis yg serius, yaitu :
1)Keselamatan tempat kerja.
2)Keamanan kantor karyawan.
3)Pencurian barang karyawan.
4)Perbandingan kerja.
5)Hak – hak privasi karyawan.
4. Sertifikasi SDM
a.Semakin
kompleksnya tugas manajer SDM, manajer SDM menjadi semakin profesional.
b.Ujian sertifikasi SDM dari Institut Sertifikasi SDM, meliputi :
- Praktek – praktek manajemen.
- Penyesuaian Staf.
- Pengembangan SDM.
- Kompensasi.
- Hubungan Tenaga Kerja.
- Keselamatan dan Keamanan.
Bagi yg memenuhi seluruh persyaratan, mendapatkan sertifikat SPHR (Senior Professional In HR) atau Sertifikat PHP
(Professional in HR).
5. SDM dan Teknologi
a.Aplikasi teknologi memainkan peraturan
yg semakin penting dlm SDM.
b.Teknologi meningkatkan fungsi SDM dalam
4 hal :
1)Pelayanan sendiri.
2)Pusat informasi pelanggan.
3)Meningkatkan produktifitas SDM.
4)Autsourcing.
●
II. STRATEGIC HUMAN RESOURCES
MANAGEMENT
Membahas :
Peran Stratejik SDM
D.Sistem SDM yang Berorientasi Pada
Strategi
E. Pendekatan Kartu Nilai SDM
Tantangan terpenting yg harus dihadapi manajemen SDM selalu berkaitan dg menyediakan pelayanan yg masuk akal dg rencana stratejik perusahaan.
Rencana Stratejik adalah rencana dg perusahaan dpt menyesuaikan kekuatan dan kelemahan internal dg kesempatan dan ancaman dari luar, dlm rangka memelihara keuntungan kompetitif.
Dalam memformulasikan strategi SDM, manajer SDM hrs memikirkan
2. Perencanaan Stratejik mencakup empat tugas utama manajemen stratejik, yaitu :
Tahap 1 : Mendifinisikan Bisnis dan Misi.
Tahap 2 : Menghadirkan Audit Eksternal dan
Internal
Hal mendasar dari rencana stratejik adalah memilih arah tindakan - tindakan yg masuk akal, dengan menggunakan SWOT Analysis.
Tahap 3 : Menerjemahkan misi kedalam
Tujuan Stratejik.
- Mengatakan misi Anda adalah “mengevaluasi dan
bertindak melalui kerjasama publik dan swasta
untuk meningkatkan sistem energi”.
- Untuk mengoperasionalkan misi, manajer
perusahaan butuh tujuan stratejik, dan manajer
bisnis butuh spesifikasi.
Tahap 4 : Memformulasikan Strategi untuk
mencapai tujuan
Tahap 5 : Implementasi Strategi.
- Menerjemahkan strategi menjadi tindakan
dan hasil dg mempekerjakan /memecat
karyawan, membangun /menutup pabrik,
dan menambahkan / menghilangkan produk
dan jalur produk.
- Implementasi strategi melibatkan /
menggunakan dan mengaplikasikan seluruh
fungsi manajemen.
Tahap 6 : Evaluasi Kinerja
C. JENIS PERENCANAAN
PERAN STRATEJIK SDM
Melaksanakan strategi secara tradisional adalah inti dari pekerjaan perencanaan stratejik manajer SDM. Kemudian strategi tersebut dijabarkan dalam kebijakan dan strategi fungsional perusahaan yang memberikan batasan yang menentukan apa yang dapat dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh seseorang manajer fungsional.
SDM membantu manajemen puncak memformulasikan strategi dengan berbagai cara, misalnya :
formulasi rencana stratejik perusahaan disatu sisi membutuhkan identifikasi, analisis, dan keseimbangan antara kesempatan dan ancaman dari luar perusahaan, dan disisi lain kekuatan dan kelemahan internal.
D. MENCIPTAKAN SISTEM
SDM
3. Suatu proses SDM (Arsitektur Dasar dari SDM), terdiri dari :
Perusahaan butuh cara untuk mendayagunakan SDM mereka dengan lebih baik saar mereka berjuang meningkatkan kualitas, priduktivitas dan responsivitas.
Contoh, Depnaker AS pada tahun ’90 an telah mengidentifikasikan beberapa karakteristik organisasi berkinerja tinggi, seperti : tim ahli, tenaga garis depan yang berdaya guna, lebih banyak pelatihan kerjasama dalam manajemen tenaga kerja, komitmen pada kualitas, dan kepuasan pelanggan.
E. PENDEKATAN KARTU
NILAI
secara berturut-turut sbb:
Aktivitas SDM ,Perilaku Karyawan yg muncul , Hasil keluaran organisasi yang relevan secara strategi , Kinerja Organisasi,Mencapai tujuan Organisasi.
1. Mendefinisikan Strategi Bisnis
2. Menjabarakan Rantai Nilai Perusahaan
3. Mengidentifikasi Keluaran Organisasi
4. Mengidentifikasi Perilaku dan Kompetensi
Tenaga Kerja yg dibutuhkan.
5. Mengidentifikasi Aktivitas dan Kebijakan
Sistem SDM yg relevan secara stratejik.
6.Mendisain Sistem Pengukuran Kartu Nilai SDM
7.Evaluasi secara Periodik Sistem Pengukuran
BAB
III
Pentingnya Pengadaan
Pengadaan
tenaga-kerja merupakan masalah yg penting, sulit, & kompleks karena utk mendapatkan dan menempatkan orang-orang yg kompeten, serasi serta efektif tidaklah semudah
membeli & menempatkan mesin
Tenaga-kerja
adalah asset utama perusahaan yg menjadi perencana dan juga pelaku aktif dari
setiap aktivitas dlm organisasi.
Mereka punya pikiran, perasaan,keinginan,
status dan latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin yg heterogen,dibawa
kedalam organisasi perusahaan; yg sifatnya tdk pasif.
Mereka baru dpt dikatakan bermanfaat serta mendukung terwujudnya tujuan perusahaan bila mereka berkeinginan tinggi utk menciptakan prestasi.
Dan tenaga-kerja yg kurang mampu, tdk cakap, & tdk trampil akan mengakibatkan pekerjaan tdk dpt selesai tepat pd waktunya.
Pengadaan
tenaga-kerja ini haruslah didasarkan pd prinsip apa, kemudian siapa.
Apa maksudnya
terlebih dahulu menetapkan pekerjaan-pekerjaannya berdasarkan uraian pekerjaan (job
description).
Siapa maksudnya adalah orang-orang yg tepat utk menjabat di
posisi tersebut yg didasarkan
pd spesifikasi pekerjaan (job specification).
Jadi
Pengadaan adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, &
induksi utk mendapatkan
tenaga-kerja yg secara efektif & efisien mampu mendukung tercapainya tujuan
perusahaan.
Pengadaan tenaga-kerja merupakan langkah utama
guna mencerminkan berhasil-tidaknya suatu perusahaan dlm mencapai tujuannya.
Jika tenaga-kerja yg diterima berkompeten, maka usaha utk
mewujudkan tujuan relatif mudah. Sebaliknya bila tenaga-kerja yg diperoleh kurang
memenuhi persyaratan, maka akan sangat sulit bagi perusahaan utk mencapai tujuannya.
Pengadaan tenaga-kerja ini hrs mendapatkan perhatian
yg serius serta didasarkan kepada :
a.analisa jabatan (job
analysis),
b.uraian pekerjaan (job
description),
c.spesifikasi pekerjaan (job
specification),
d.persyaratan pekerjaan (job
requirement) dan
e.evaluasi pekerjaan (job
evaluation),
f.
bahkan perlu juga utk mempertimbangkan pemerkayaan pekerjaaan (job
enrichment),
g.
perluasan pekerjaan (job
enlargement),
h.
danpenyederhanaan pekerjaan (job
simplification).
a.
Analisa Jabatan (job analysis)
adalah
menganalisis & mendesain pekerjaan-pekerjaan
apa
saja yg harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya,
dan mengapa pekerjaan itu harus dilakukan.
Analisa
jabatan akan memberikan informasi mengenai
uraian
pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan evaluasi
pekerjaan bahkan kita juga dpt memperkirakan
pemerkayaan
pekerjaan, perluasan pekerjaan, dan
penyederhanaan
pekerjaan pd masa yang
akan datang.
Analisa
jabatan dpt juga diartikan sebagai informasi tertulis mengenai
pekerjaan-pekerjaan apa saja yg harus dikerjakan dlm suatu perusahaan agar
tujuan dpt tercapai.
Manfaat
dari analisa jabatan ini juga akan memberikan informasi tentang: aktivitas pekerjaan,
standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia (personnel
requirement), perilaku manusia, dan alat-alat yg dipergunakan
Metode Pengumpulan Informasi Analisis
Pekerjaan
Proses
dlm menganalisa jabatan itu dilakukan melalui langkah-langkah sbb:
a.
Menentukan penggunaan hasil informasi analisa jabatan.
b.
Mengumpulkan informasi tentang latar belakang.
c.
Menyeleksi muwakil (representative) jabatan yg akan dianalisis.
d.
Mengumpulkan informasi analisa jabatan.
e.
Meninjau informasi dg pihak-pihak yg berkepentingan.
f.
Menyusun uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan.
g.
Meramalkan/memperhitungkan perkembangan perusahaan.
Analisa jabatan selain menghasilkan job description, job specification,
& job evaluation juga berguna bagi :
a.
Perekrutan dan Seleksi (recruitment and
selection)
Analisa jabatan memberikan informasi
tentang uraian pekerjaan dan syarat-syarat manusia yg diperlukan utk melaksanakan pekerjaan itu. Isi dari spesifikasi dijadikan dasar seleksi utk memutuskan jenis orang yg perlu direkrut dan diangkat.
b.
Kompensasi (compensation)
Informasi analisa jabatan memberikan pemahaman yg jelas tentang latar belakang (pendidikan, usia, pengalaman, dll) orang yg akan menjabat jabatan itu, sehingga kita dpt menentukan gajinya
c.
Evaluasi Jabatan
Informasi analisa jabatan memberikan pemahaman yg jelas mengenai berat/ringannya pekerjaan, besar/kecilnya resiko yg dihadapi pekerja, sulit/mudahnya mendapatkan orang yg sesuai. Dengan demikian kita dapat menetapkan harga/gaji si pejabat yg menjabat jabatan tersebut.
d.
Penilaian Prestasi Kerja (performance
appraisal)
Penilaian prestasi kerja merupakan upaya untuk membandingkan prestasi aktual pegawai dg prestasi kerja yg diharapkan darinya. Utk menentukan apakah suatu pekerjaan bisa dikerjakan/diselesaikan dg baik, maka uraian pekerjaan akan sangat membantu dlm penentuan sasaran pekerjaannya
e.
Latihan (training)
Informasi analisa jabatan digunakan utk
merangsang program latihan & pengembangan. Uraian pekerjaan, perlengkapan
dan jenis ketrampilan pekerja dijadikan sebagai alat bantu dlm pengembangan
program-program latihan.
f.
Promosi dan Pemindahan
Informasi analisa jabatan akan digunakan utk
membantu dlm menentukan promosi ataupun pemindahan karyawan/tenaga-kerja.
g.
Organisasi
Informasi jabatan yg diperoleh dari
analisa jabatan seringkali memberikan petunjuk bahwa organisasi yg ada perlu utk diperbaiki.
h.
Pemerkayaan Pekerjaan ( job enrichment)
Informasi analisa jabatan dpt digunakan
utk memperkaya pekerjaan
pd suatu jabatan tertentu.
i.
Penyederhanaan Pekerjaan (work
simplification)
Informasi
analisa jabatan digunakan juga utk
penyederhanaan/spesialisasi
pekerjaan dikarenakan adanya
perkembangan perusahaan dan spesifikasi yg
mendalam.
Akibatnya pekerjaan-pekerjaan yang harus
dilakukan dalam suatu jabatan semakin terspesialisasi.
j.
Penempatan (placement)
Informasi analisa jabatan digunakan utk menempatkan para tenaga-kerja pd pekerjaan-pekerjaan yg sesuai dg ketrampilannya agar mereka dpt bekerja secara efektif.
k.
Peramalan dan Perekrutan
Informasi analisa jabatan digunakan utk peramalan dan perekrutan tenaga kerja yg akan dibutuhkan perusahaan.
l.
Orientasi dan Induksi
Informasi analisa jabatan digunakan utk orientasi dan induksi bagi tenaga-kerja baru mengenai sejarah perusahaan, hak & kewajibannya, menginduksi,
b. Uraian Pekerjaan (job description)
Uraian
pekerjaan biasanya digunakan utk tenaga-kerja operasional, sedangkan uraian
jabatan digunakan utk tenaga-kerja manajerial
Uraian
pekerjaan adalah informasi tertulis yg menguraikan tugas dan tanggungjawab,
kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan, dan aspek-aspek pekerjaan pada suatu
jabatan tertentu dalam organisasi
Uraian
pekerjaan adalah informasi tertulis yg menguraikan tugas dan tanggungjawab,
kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan, dan aspek-aspek pekerjaan pd suatu
jabatan tertentu dlm organisasi.
Materi / isi dari
format diskripsi
Pekerjaan mencakup :
Uraian pekerjaan harus jelas dan persepsinya juga harus mudah
utk dipahami, serta menguraikan hal-hal Sbb :
1.
Identifikasi pekerjaan atau jabatan yakni memberikan nama jabatannya, seperti; rektor, dekan, dosen, kabag administrasi, dll.
2.
Hubungan tugas dan tanggung-jawab, yakni perincian tugas dan tanggung-jawab secara nyata yg diuraikan secara terpisah, agar dpt dg jelas utk diketahui. Rumusan hubungan hendaknya menunjukkan hubungan antara pejabat dg orang lain baik di dlm maupun
di luar organisasi.
3.
Standar wewenang dan pekerjaan yakni kewenangan dan prestasi yg hrs dicapai oleh setiap pejabat tersebut harus jelas.
c.Spesifikasi
pekerjaan
Spesifikasi pekerjaan memberikan uraian informasi
mengenai:
1. Tingkat pendidikan pekerja
2. Jenis kelamin pekerja
3. Keadaan fisik pekerja
4. Pengetahuan dan kecakapan pekerja
5. Batas umur pekerja
6. Menikah atau belum
7. Minat pekerja
8. Emosi dan tempramen pekerja
9. Pengalaman pekerja
Spesifikasi
pekerjaan bagi setiap perusahaan tidak sama, karena spesifikasi ini pd dasarnya
disusun dari uraian pekerjaan.
Dan uraian pekerjaan dari tiap-tiap perusahaan
juga tdk sama pula. Misalnya ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dg
melihat dari tinggi badan, kecantikan, dsb
Spesifikasi pekerjaan berasal dari deskripsi pekerjaan
dan ,Dikelompokan menjadi :
Kebanyakan
Spesifikasi pekerjaan bersumber dari dugaan terpelajar penyelia dan manajer
SDM.
Prosedur
dasarnya adalah menanyakan apa yang dibutuhkan agar dapat melakukan pekerjaan,
dalam konteks pendidikan, kepandaian, pelatihan dan sejenisnya.
Perilaku yang berhubungan dengan
pekerjaan :
d. Persyaratan jabatan
(job requirement )
Memberikan informasi mengenai persayaratan
yg harus dimiliki Oleh pelamar / calon karyawan
tentang suatu pekerjaan tertentu,Seperti :
Perilaku yang berhubungan dengan
pekerjaan :
F. JOB EVALUATION
Adalah
menilai berat atau ringannya pekerjaan,
Mudah
atau sukarnya Pekerjaan, besar atau
Kecilnya
Risiko pekerjaan, dan memberi nama,
Peringkat
(rangking) serta harga/gaji suatu
jabatan.
WASSALAM
DAN TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar