Kesimpulan : Perilaku suatu kelompok sangat di ditentukan oleh
perilaku individu dalam kelompok itu
sendiri, sehingga Untuk dianggap suatu kelompok setiap anggota harus
mempersepsipkan hubungan mereka yaitu tentang keberadaan (eksistensi ) setiap
anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri .
Contoh: di dalam sebuah organisasi
seperti perusahaan di dalamnya di tentukan seorang pemimpin yaitu direktur
manajer ,dan dibentukan struktur organisasi
, hirarki status, peranan, norma, kepaduan,dan kepimpinan yang
kesemuanya merupakan karakteristik dari kelompok yang menjadi dasar perilaku
perusahaan itu sendiri sebagai suatu keompok dalam menjalankan operasional atau
semua aktivitas perusahaan.
Tahap-tahap pembentukan kelompok
§ Dukungan besama
Dukungan bersama erat kaitanya dengan anggota suatu
kelompok yakni bahwa anggota suatu kelompok harus mempersepsikan keberadaan
(eksistensi ) setiap anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri. serta setiap
anggota suatu kelompok harus mengakui dan mengetahui peranan masing-masing ,
karena pada hakikatnya manusia memiliki kebutuhan untuk berafiliasi maka
dukungan bersama sangat diperlukan untuk komunikasi yang efektif dalam
membentuk
suatu kelompok
§ Komunikasi dan pegambilan keputusan
Sebuah kelompok terbentuk akibat adanya interaksi
antara orang-yang yang ada di dalam suatu kelompok di dalamnya. Dengan kata
lain hal ini hubunganya dengan komunikasi, dan hubungannya dengan pengambilan
keputusan yakni didalam sebuah kelompok
harus menentukan pemimpin
terlebih dahulu, setelah terdapat pemimpin didalam suatu kelompok tersebut
barulah pemimpin menentukan pilihan tujuan sebagaimana yang diajukan oleh para
anggotanya.
§ Motivasi dan produktifitas
Setiap kelompok biasanya mempunyai daya tarik
tersendiri baik itu sistem, tujuan , maupun kesamaan yang ada di dalam kelompok
tersebut, sehingga orang lain akan termotivasi untuk bergabung dan tetap
menjadi angggota kelompok tersebut. Motivasi juga dapat berupa dukungan bersama
antar anggota untuk menciptakan hubungan positif agar komunikasi di dalamnya
terpelihara dengan baik. Agar terjadi hubungan jangka panjang di dalam kelompok
tersebut, sebuah kelompok haruslah produktif atau menghasilkan bagi setiap
anggota di dalam kelompok itu, juga
untuk memotivasi orang lain untuk
membentuk atau bergabung di dalam sebuah kelompok jika nantinya kelompok
tersebut akan menghasilkan bagi dirinya sendiri
§ Pengendalian dan pengorganisasian
Jika sebuah kelomok telah terbentuk , seorang
pemimpin dan para anggotanya harus mampu menjalankan dan mengendalikan atau
mengontrol aktivitas yang ada didalamnya antar anggotanya satu sama lain, dan
diperlukanya pengorganisasian yaitu untuk menentukan tugas , tanggung jawab dan
peranan masinng- masing setiap anggota.
Didalam suatu kelompok yang besar seperti organisasi
atau perusahaan, biasaya juga terdapat suatu kelompok kecil yang disebut dengan
tim. Tim merupakan kumpulan dari orang yang dianggap mampu dalam penyelesaian
kegiatan – kegiatan di mana semua persoalan bersama sebagai suatu kelompok
dipecahkan bersama. Tim juga dapat diartikan sebagai kelompok orang-orang yang
mempunyai fungsi kolektif.
Kesimpulan: kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang- orang
atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama,
karena pemimpin merupakan inti manajemen, dengan
kata lain kepribadian dan tindakan
seorang pemimpin sangat berpengaruh kepada orang lain yang merupakan faktor
utama yang menentukan pencapaian tujuan dalam suatu organisasi. Seorang
pemimpin harus mampu melakukan 3 hal berikut dalam melaksanakan pekerjaannya:
Contoh : Seorang manajer pemasaran menentukan (visi
)yaitu sasaran atau target pasar
dalam penjualan produk, dalam melaksanakan tugasnya (misi ) dia
menunjukan kepada karyawan sikap kreatif, tangguh dan gigih berharap agar
karyawan-karyawannya dapat mengikutinya
1.
Mampu
mengantisipasi dalam pengelolaan organisasi
2.
Mampu
mengevaluasi kelemahan yang timbul
3. Sanggup membawa organisasi pada sasaran dalam waktu
yang ditetapkan
Teori kepemimpinan
1.
Trait teori : yaitu membedakan membedakan para
pemimpin dan mereka yang dipimpin sengan acra berfokus pada berbagai sifat,
karakteristik pribadi
2. Teori
perilaku
Ada
2 dimensi yaitu:
o Struktur
awal : pemimpin menyusun perannya dan juga peran bawahanya
o Tenggang
rasa : seberapa pemimpin mempunyai hubungan profesional yang di tandai oleh
saling percaya, rasa hormat terhadap ide dan perasaan bawahan
3. Teori
kemungkinan:
Pemimpin
yang keras, tegas dalam kurun waktu tertentu berhasil bak, tetapi perubahan
waktu berakibat gaya itu tidak disukai sehingga berakibat pamor organisasi/
perusahaan menurun
4. Teori
situasional
Bergantung
pada kesiapan para anggotanya , pemimpin yang berhasil dicapai dengan memilih
gaya yang benar.
5. Teori jalan
tujuan
Tugas pemimpin
membantu bawahanya mencapai tujuan mereka dan mengarahkan yang dibutuhkan ,
memberikan dukungan bahwa tujuan mereka selaras dengan tujuan organisasi.
Kepemimpinan
kharismatik
Para pengikut memandang sebagai sikap atau kepemimpinan yang
luar biasa saat mengamati perilaku tertentu. Contoh pemimpin kharismatik adalah
bung Karno, yang mana citranta dan kharismanya masih dapat di rasakan oleh
rakyat indonesia
Menciptakan
pemimpin efektif
1. Seleksi :
menentukan calon pemimpin yang tepat
perlu memenuhi kriteria yang di persyaratkan
2. Pelatihan:
pelatihan karyawan dapat diangap sebagai investasi.
Contoh
pemimpin yang efektif adalah Abraham Samad ketua KPK saat ini. Karena baru menjabat
sebagai ketua KPK , tidak butuh waktu lama Abraham Samad mampu mengungkapkan
skandal-skandal korupsi kelas kakap.
Ciri- ciri kepemimpinan sangat mempengaruhi kinerja
dan aktivitas di dalam organisasi yaitu:
§ Pendidikan umum yang luas dan keterampilan
berkomunikasi
§ Kemampuan berkembang secara mental
§ Sikap ingin tahu, rasionalitas dan objektivitas
§ Kemampuan analisis,programatis dan kapabilitas
integratif
§ Memliki daya ingat yang kuat dan kemampuan mendengar
§ Sense of urgent (hal-hal yang lebih
penting)/prioritas),
§ Sense of timming (mengetahui saat-sasat yang tepat).
§ Sense of cohesiveness (menyatu dengan yang dipimpin)
§ Keberanian ,ketegasan dan kesederhnaan
TUGAS
PERILAKU ORGANISASI
Mengambil
Kesimpulan BAB I − BAB VII
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS
BUDILUHUR
2012
BAB 1 Perilaku Organisasi
Kesimpulan : Manusialah yang menjadi landasan dasar perilaku
organisasi, karena organisasi dibentuk oleh sekelompok manusia. Sehingga sifat,
karakteristik dan perilaku manusia yang
ada dalam organisasi merupakan permulaan yang membentuk perilaku organisasi itu sendiri, dengan kata
lain kinerja organisasi sangat tergantung kinerja individu di dalamnya. organisasi
juga dikendalikan oleh manusia karena semua persoalan dan pemecahan masalah di
buat oleh manusia. Sebagai contoh bahwa manusia merupakan faktor utama atau pendukung
utama perilaku organisasi:
Jika mahasiswa
budiluhur memiliki prestasi dan kelakuan yang baik maka menunjukan bahwa
perilaku yang terjadi didalam kampus budiluhur telah berhasil sesuai dengan
visi dan misinya “berprestasi dan berbudiluhur” atau semua aktivitas dan perilaku
didalam kampus berjalan dengan semestinnya ,dan sebaliknya jika prestasi dan perilaku
satu atau lebih mahasiswa budiluhur tidak baik maka akan mencerminkan bahwa
perilaku dan aktivitas yang ada didalam kampus budiluhur tidak berjalan dengan
baik.
Selain
manusia masih terdapat beberapa unsur pokok
yang menjadi pembentuk utama
perilaku organisasi, berikut ini beberapa unsur-unsur pokok yang membentuk
perilaku organisasi:
1.
Orang , seperti pada penjelasan diatas orang- orang ada di dalam organisasi ntukan sistem sosial intern di dalam
organisasi.
2. Struktur ,merupakan bagan yang mengelompokan
orang-orang di dalam organisasi atas berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya.
3.
Proses , merupakan aktifitas nafas hidup bagi struktur organisasi .
4.
Teknologi , adalah sarana yang digunakan untuk menyelesaikna suatu pekerjaan
seseorang.
5.
Lingkungan, setiap organisasi beroperasi di lingkungan luar perusahaan , unsur
yang sangat mempengaruhi antara lain pemerintah, keluarga ,perusahaan lain dsb.
BAB
II Dasar- Dasar Perilaku Individu
Kesimpulan : Perilaku Manusia terbentuk oleh banyak faktor,
sedikitnya ada tiga faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, yaitu oleh
kemampuannya, kebutuhan, dan juga di pengaruhi oleh pengharapannya.
Selain faktor
faktor tersebut di dalam diri manusia terdapat tiga bagian yang sudah melekat
sejak lahir yaitu raga, jiwa dan sukma. Dari tiga ketiganya jiwa adalah hal
yang sangat berhubungan dengan perilaku manusia karena perilaku manusia
terbentuk di dalam jiwa manusia itu
sendiri.
Yang menjadi masalah utama organisasi adalah perilaku setiap manusia berbeda-beda antara
satu orang dengan yang lain.Terdapat beberapa prinsip dasar manusia yang
membentuk perilaku seseorang berbeda-
beda antara yang satu dengan yang lain.
1. Manusia perilakunya berbeda karena memiliki
kemampuan yang berbeda.
2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbed.
3. Manusia memikirkan masa depan dan bagaimana harus
bertindak.
4. Seseorang memperhatikan lingkungan hubungannya
dengan masalalu (history).
5. Seseorang mempunyai relasi-relasi senang maupun
tidak senang.
Perilaku
manusia juga dapat timbul karena kekuatan dari luar diri manusia itu sendiri.
Beberapa kekuatan utama yang mempengaruhi
perilaku seseorang antara lain:
1.
kekuatan faktor keturunan.
2.
kekuatan budaya.
3.
kekuatan kelas sosial dan dari enggota kelompok lain.
4.
kekuatan hubungan keluarga.
Contoh ;
seseorang mencalonkan diri sebagai presiden RI ,orang tersebut berani
mencalonkan diri karena dia merupakan keturunan dari salah satu mantan presiden
RI yang sangat terkenal, meskipun kemampuannya tidak secakap ayahnya tetapi dia
mendapat kekuatan dari para kerabat dan orang-orang yang mendukung dan sangat
segan serta menghargai ayahnya. Hal ini merupakan salah satu contoh dari
kekuatan fakto keturunan.
BAB
III Persepsi, komunikasi dan Pengambilan Keputusan
Kesimpulan : Persepsi merupakan suatu penafsiran yang unik dari
seseorang dimana penafsiran tersebut bersifat kompleks , interaktif dan proses
pemikiran yang sangat mendalam yang menghasilkan suatu gambaran unik tentang
suatu kenyataan yang bisa saja sangat berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya
, diamana setelah terbentuk persepsi tersebut akan di komunikasikan atau di
proses dalam peneriaman berita atau informasi dari seseorang ke orang lain yang
akan menjadi umpan balik untuk suatu pengambilan keputusan dalam memecahkan
masalah untuk mencapai keadaan yang di inginkan.
Dari
kesimpulan diatas dapat di nyatakan bahwa persepsi ,komunikasi dan pengambilan
keputusan merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain
di dalam kehidupan seseoarang.
v Persepsi
Ada 3 tiga faktor yang mempengaruhi pengembangan
persepsi yaitu;
1. Psikologi » psikologi membentuk suatu persepsi
terhadap apa yang ada di dunia ini. Misal persepsi terhadap sebuah lagu,
persepsi seseorang akan berbeda dengan orang lainya terhadap lagu tersebut
2. Famili » keluarga sangat berpengaruh terhadap persepsi seseorang, karena orang tua
mengembangkan cara khusus di dalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini.
3. Kebudayaan » kebudayaan dan lingkungan masyarakat
merupakan faktor yang kuat dalam mempengaruhi sikap ,nilai,dan cara seseorang
memandang dan memahami keadaan yang ada.
v Komunikasi
Komunikasi antar pribadi merupakan proses penyampaian
berita oleh seseorang dan diterimanya
berita tersebut oleh orang lain atau kelompok kecil akibat adanya umpan balik
dengan segera.
Komuikasi antar pribadi akan efektif apabila ada 5
unsur yaitu;
1. Keterbukaan » keinginan untuk terbuka aantara satu orang yang berinteraksi
dengan orang lain dan keinginan untuk menanggapi secara jujur.
2. Empahthy» keinginan untuk merasakan apa yang di
rasakan oleh orang lain, baik senag maupun susah
3. dukungan » sangat berpengaruh untuk membentuk
komunikasi yang efektif
4. Kepositifan » komunukasi efektif tejalin apabila berfikir positif terhadap orang lain,
dan berkelanjutan jikaperasaan positif dikomunikasikan maka akan membentuk
suatu kerjasama.
5. Kesamaan » suatu keistimewaan , karena komunikasi
akan lebih efektif jika memiliki kesamaan antara orang- orang yang
berkomunikasi.
v Penagambilan
Keputusan
Dalam pengambilan keputusan ada beberapa proses yang
harus di lakukan , karena pengambilan keputusan merupakan suatu proses dalam
memecahkan masalah untuk mencapai keadaan yang di inginkan. Proses –proses
tersebut antara lain;
1.
Menetapkan
tujuan dan sasaran khusus serta mengukur hasilnya.
2.
Mengidentifikasi
masalah.
3.
Mengembangkan
alternatif.
4.
Mengevaluasi
alternatif.
5.
Memilih sebuah
alternatif.
6.
Melaksanakan
keputusan.
7.
Mengendalikan
dan mengevaluasi.
BAB
IV Sikap, Nilai, dan Kepuasan Kerja
Kesimpulan: sikap merupakan suatu keadaan siap mental dalam
berperilaku , yang berkaitan dengan persepsi ,kepribadian, dan Motivasi yang di
pelajari melalui pengalaman yang mana di didasarkan pada sebuah nilai- nilai
kehidupan, dengan kata lain nilai sebagai cara untuk mengorganisasi sikap
seseorang . (merupakan keterikatan antara
sikap kdan nilai ). Selain itu sikap dengan atau tanpa kita sadari sering
di terapkan dalam kepuasan jabatan . Seseorang
akan menyikapi pekerjaan mereka karena memiliki sebuah persepsi terhadap
jabatan aau pekerjaan mereka. Dimana
sikap yang berpedoman kepada nilai yang ada akan di terapkan untuk memperoleh suatu kepuasan jabatan ,seperti imbalan
berupa uang ,peluang untuk promosi jabatan.
(merupakan keterkaitan sikap yang di terapkan dalam kepuasan kerja, dan juga
sikap dan nilai sudah teriakat dan tidak dapat dipisahkan di manapun sikap itu
di terapkan )
Karena
sikap merupakan cara seseorang dalam berperilaku maka sikap dapat di rubah
karena ada beberapa variabel yang mempengaruhi sikap yang dapat di kelompokan
menjadi 3 (tiga) faktor antara lain;
o Kepercayaan kepada pihak yang mengirimkan pesan ,
seseorang mempercayai pesan atau pernyataan yang di katakan oleh orang lain
karena sudah mempercayai si pengirim
pesan terlebih dahulu. Sebaliknya jika orang tersebut tidak percaya kepada
pengirim pesan maka tidak akan mengubah suatu sikap.
o Kepercayaan pada pesan itu sendiri, penerima pesan
sangat mempercai bahwa pesan yang di teriman memiliki nilai yang benar dan berarti.
o Situasi yang di hadapi
Contoh; seorang
mahasiswa mendapat IPK kurang dari pada 3 pada semester pertama, ketika itu
temannya yang dianggapnya lebih pintar darinya menuturkan tentang bagaimana
cara bersikap tentang metode belajar yang benar agar mampu memaksimalkan
kuliahnya , setelah dia terapkan pada semester 2 dia mendapat IPK 3,75. Hal ini
merupakan kepercayaan kepada pihak yang mengirimkan pesan.
BAB
V Motivasi Dalam Organisasi
Kesimpulan ; Motivasi merupakan suatu hal yang memiliki kekuatan
bagi seseorang untuk mendorong, mengajak , mempengaruhi baik yang di berikan
untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Motivasi di berikan untuk
dirinya sendiri karena adanya kebutuhan untuk berkembang yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan
keinginan interistik dari seseorang untuk mengembangkan dirinya. Sedangkan motivasi
diberikan untuk orang lain karena ingin orang lain melakukan suatu pekerjaan
yang diharapkannya tanpa melalui
paksaan.
Contoh : seorang manajer perusahaan
memberikan gaji dan insentif diatas UMR
kepada karyawannya untuk memotivasi karyawannya agar dapat bekerja dengan
optimal, tentunya akan menguntungkan perusahaan.( Salah satu contoh motivasi yang
diberikan untuk orang lain).
Seorang
mahasiswa beranggapan bahwa jika dia mendapatkan IPK yang bagus maka dia akan
mendapatkan pekerjaan yang bagus yang sesuai dengan keinginannya .(Merupakan
suatu cara untuk memotivasi dirinya sendiri).
Motivasi
yang paling efektif adalah motivasi material, akan tetapi tidak selalu motivasi
material akan selalu berjalan dengan baik dan jangka panjang tanpa di imbangi
motivasi nonmaterail dan motivasi spiritual. Karena paad hakekatnya manusia
memiliki sifat yang tidak pernah puas.
1. Motivasi Material » seperti gajih, insentif dan
kebutuhan lainya.
2. Motivasi Non material » seperti pengakuan ,
penghargaan dsb
3. Motivasi Spiritual » timbul karena adanya kekuatan
kepercayaan misal mengadakan kegiatan kerohanian.
v Teori Motivasi Prestasi Mc Clcland
Teori ini mengemukakan bahwa manusia pada hakekatnya
mempunyai kemampuan untuk berprestasi diatas kemampuan orang lain . Ada tiga
kebutuhan menurut teori ini:
o Kebutuhan untuk berprestasi
o Kebutuhan untuk berafiliasi
o Kebutuhan untuk kekuasaan
BAB
VI Kepemimpinan
Kesimpulan; Pemimpin merupakan inti manajemen, dengan kata lain
kepemimpinan merupakan titik tumpu proses dalam suatu kelompok karena
kepribadian dan tindakan seorang
pemimpin sangat berpengaruh kepada orang lain yang merupakan faktor utama yang
menentukan pencapaian tujuan dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin harus
mampu melakukan 3 hal berikut dalam melaksanakan pekerjaannya:
1.
Mampu
mengantisipasi dalam pengelolaan organisasi
2.
Mampu
mengevaluasi kelemahan yang timbul
3.
Sanggup membawa
organisasi pada sasaran dalam waktu yang ditetapkan.
Contoh : Seorang manajer pemasaran menentukan (visi
)yaitu sasaran atau target pasar dalam penjualan produk, dalam melaksanakan
tugasnya (misi ) dia menunjukan kepada karyawan sikap kreatif, tangguh dan gigih
berharap agar karyawan karyawannya dapat mengikutinya.
Ciri- ciri kepemimpinan sangat mempengaruhi kinerja
dan aktivitas di dalam organisasi yaitu:
§ Pendidikan umum yang luas dan keterampilan
berkomunikasi
§ Kemampuan berkembang secara mental
§ Sikap ingin tahu, rasionalitas dan objektivitas
§ Kemampuan analisis,programatis dan kapabilitas
integratif
§ Memliki daya ingat yang kuat dan kemampuan mendengar
§ Sense of urgent (hal-hal yang lebih
penting)/prioritas),
§ Sense of timming (mengetahui saat-sasat yang tepat).
§ Sense of cohesiveness (menyatu dengan yang dipimpin)
§ Keberanian ,ketegasan dan kesederhanaan
Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab antara lain
:
Ø Mementukan tujuan pelaksanaan kerja yang realistis
Ø Melengkapi sumber dana
Ø Mengkomunikasikan harapan dari karyawan
Ø Menyediakan hadiah untuk mendorong prestasi kerja
Ø Menghilangkan hambatan untuk pelaksanaan kerja yang
efektif
Ø Menilai hasil kerja dan mengkomunikasikan hasil
penilaian tersebut
Ø Menunjukan perhatian kepada karyawan.
BAB
VII Kekuasaan dan Politik
Kesimpulan: kekuasaan merupakan suatu potensi pengaruh dari
seorang pemimpin yang di gunakan untuk menggunakan kekuaatan yang tersedia untuk
mencapai suatu tujuan yang di inginkan dan menghilangkan halangan.
Contoh : Seorang pemimpin
menggunakan kekuasaan untuk untuk menhilangkan halangan yaitu orang- orang yang
oposisi dengannya atau partainya dengan melenyapkan orang-orang tersebut secara
misterius melalui kaki tangannya. Tindakanya tidak akan ada berdampak selama
dia masih mempunyai kekuasaan.
Sumber dan
bentuk kekuasaan
Pandangan
french adn reven mengenai sumber dan bentuk kekuasaan ada 5 antara lain:
1. Kekuasaan paksaan (coersive power) : kekuataan dari
kekuasaan ini berdasarkan rasa takut
2. Kekuasaan legitimasi (legitimate power) merupakan
kekuasaan yang sah / kekuasaan ini bersumber pada jabatan yang dipegang oleh
pemimpin.
3. Kekuasaan keahlian / pakar (expert power) kekuasaan ini bersumber dari
keahlian kecakapan, atau pengetahuan yang di miliki seorang pemimpin yang di
wujudkan lewat rasa hormat, dan pengaruhnya terhadap orang lain.
4. Kekuasaan penghargaan (reward power ) : kemampuan
yang di peroleh karena jasa atau penghargaan yang pernah di berikan seorang
pemimpin.
5. Kekuasaan referensi (referent power) : kekuasaan ini
berseumber pada sifat-sifat pribadi dari seorang pemimpin.
6. Tambahan dari reven dan kruglanski, kekuasaan
informasi (information power):kekuasaan ini bersumber karena adanya akses informasi yang dimiliki
oleh seorang pemimpin yang di anggap
sangat berharga bagi engikutnya.
7. Harsey golsmith menambahkan, kekuasaan hubungan,
kekuasaan hubungan (conected power) kekuasan ini bersumber pada hubungan yang
di jalin oleh pemimpin dengan orang- orang yang di anggap penting dan
berpengaruh baik di dalam maupun di luar organisasi.
Taktik
memperoleh kekasaan
·
Nalar : secara
rasional , yaitu di pendukung secara akal dan pikiran memutuskan pantas
tidaknya calon pemimpin
·
Keramahan : jika
serorang pemimpin ramah maka akan memperoleh power / kekuatan dari
pendukungnya.
·
Koalisi :
kekuasaan di peroleh karena pemilihan atau kekuatan kelompoknya
·
Tawar menawar: kekuasan
di dapat dengan memberikan iming-iming misal uang.
·
Ketegasan:
ketegasaan di perlukan untuk memperoleh rasa segan dari orang lain
·
Otorisasi lebih
tinggi: dengan kedudukan lebih tinggi
·
Sanksi :
memberikan sanksi kepada siapapun yang menentang
Politik
1.
Perilaku politik
o Perilaku politik yang sah, perilaku politik yang
sesusai dengan undang –undang
o Perilaku politik, perilaku politik dalam tanda kutip
artinya ada suatu hal yang dirahasaiakan dari suatu parta politik
2.
Realitas
politik: suatu politik yang dapat diandalkan
3.
Faktor
penyumbang pada perilaku politik
o Individual, individual meruapakan faktor utama
pembentuk perilaku politik, karena individu atau oranglah yang mejalankan
poitik
o Organisasional , dengan organisasi maka di bentuklah
suatu partai politik untuk memperkuat politik
o Desain pekerjaan : dalam menjalankan politik sangat
di perlukan suatu desain atau gambaran pekerjaan setiap anggota
o Desain organisasi : desain organisai sangat
menentukan karakteristik dari organisasi atau parpol dalam politik
4.
Etika
berperilaku politik: suatu politik haruslah beretika atau sesuai dengan aturan-
aturan perundang- undangan yang berlaku di masyarakat.
BAB
VIII Dasar – Dasar perilaku kelompok
Kesimpulan : Perilaku suatu kelompok sangat di ditentukan oleh
perilaku individu dalam kelompok itu
sendiri, sehingga Untuk dianggap suatu kelompok setiap anggota harus
mempersepsipkan hubungan mereka yaitu tentang keberadaan (eksistensi ) setiap
anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri .
Contoh: di dalam sebuah organisasi
seperti perusahaan di dalamnya di tentukan seorang pemimpin yaitu direktur
manajer ,dan dibentukan struktur organisasi
, hirarki status, peranan, norma, kepaduan,dan kepimpinan yang
kesemuanya merupakan karakteristik dari kelompok yang menjadi dasar perilaku
perusahaan itu sendiri sebagai suatu keompok dalam menjalankan operasional atau
semua aktivitas perusahaan.
Tahap-tahap pembentukan kelompok
§ Dukungan besama
Dukungan bersama erat kaitanya dengan anggota suatu kelompok
yakni bahwa anggota suatu kelompok harus mempersepsikan keberadaan (eksistensi
) setiap anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri. serta setiap anggota
suatu kelompok harus mengakui dan mengetahui peranan masing-masing , karena
pada hakikatnya manusia memiliki kebutuhan untuk berafiliasi maka dukungan
bersama sangat diperlukan untuk komunikasi yang efektif dalam membentuk
suatu kelompok
§ Komunikasi dan pegambilan keputusan
Sebuah kelompok terbentuk akibat adanya interaksi
antara orang-yang yang ada di dalam suatu kelompok di dalamnya. Dengan kata
lain hal ini hubunganya dengan komunikasi, dan hubungannya dengan pengambilan
keputusan yakni didalam sebuah kelompok
harus menentukan pemimpin
terlebih dahulu, setelah terdapat pemimpin didalam suatu kelompok tersebut
barulah pemimpin menentukan pilihan tujuan sebagaimana yang diajukan oleh para
anggotanya.
§ Motivasi dan produktifitas
Setiap kelompok biasanya mempunyai daya tarik
tersendiri baik itu sistem, tujuan , maupun kesamaan yang ada di dalam kelompok
tersebut, sehingga orang lain akan termotivasi untuk bergabung dan tetap
menjadi angggota kelompok tersebut. Motivasi juga dapat berupa dukungan bersama
antar anggota untuk menciptakan hubungan positif agar komunikasi di dalamnya
terpelihara dengan baik. Agar terjadi hubungan jangka panjang di dalam kelompok
tersebut, sebuah kelompok haruslah produktif atau menghasilkan bagi setiap
anggota di dalam kelompok itu, juga untuk
memotivasi orang lain untuk membentuk
atau bergabung di dalam sebuah kelompok jika nantinya kelompok tersebut akan
menghasilkan bagi dirinya sendiri
§ Pengendalian dan pengorganisasian
Jika sebuah kelomok telah terbentuk , seorang
pemimpin dan para anggotanya harus mampu menjalankan dan mengendalikan atau
mengontrol aktivitas yang ada didalamnya antar anggotanya satu sama lain, dan
diperlukanya pengorganisasian yaitu untuk menentukan tugas , tanggung jawab dan
peranan masinng- masing setiap anggota.
Didalam suatu kelompok yang besar seperti organisasi
atau perusahaan, biasaya juga terdapat suatu kelompok kecil yang disebut dengan
tim. Tim merupakan kumpulan dari orang yang dianggap mampu dalam penyelesaian
kegiatan – kegiatan di mana semua persoalan bersama sebagai suatu kelompok
dipecahkan bersama. Tim juga dapat diartikan sebagai kelompok orang-orang yang
mempunyai fungsi kolektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar