Sabtu, 23 Februari 2013

perilaku organisasi



BAB VIII Dasar – Dasar perilaku kelompok
Kesimpulan : Perilaku suatu kelompok sangat di ditentukan oleh perilaku individu dalam kelompok  itu sendiri, sehingga Untuk dianggap suatu kelompok setiap anggota harus mempersepsipkan hubungan mereka yaitu tentang keberadaan (eksistensi ) setiap anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri .
Contoh: di dalam sebuah organisasi seperti perusahaan di dalamnya di tentukan seorang pemimpin yaitu direktur manajer ,dan dibentukan struktur organisasi  , hirarki status, peranan, norma, kepaduan,dan kepimpinan yang kesemuanya merupakan karakteristik dari kelompok yang menjadi dasar perilaku perusahaan itu sendiri sebagai suatu keompok dalam menjalankan operasional atau semua aktivitas perusahaan.

Tahap-tahap pembentukan kelompok
§  Dukungan besama
Dukungan bersama erat kaitanya dengan anggota suatu kelompok yakni bahwa anggota suatu kelompok harus mempersepsikan keberadaan (eksistensi ) setiap anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri. serta setiap anggota suatu kelompok harus mengakui dan mengetahui peranan masing-masing , karena pada hakikatnya manusia memiliki kebutuhan untuk berafiliasi maka dukungan bersama sangat diperlukan untuk komunikasi yang efektif dalam membentuk
suatu kelompok

§  Komunikasi dan pegambilan keputusan
Sebuah kelompok terbentuk akibat adanya interaksi antara orang-yang yang ada di dalam suatu kelompok di dalamnya. Dengan kata lain hal ini hubunganya dengan komunikasi, dan hubungannya dengan pengambilan keputusan yakni didalam sebuah kelompok  harus menentukan  pemimpin terlebih dahulu, setelah terdapat pemimpin didalam suatu kelompok tersebut barulah pemimpin menentukan pilihan tujuan sebagaimana yang diajukan oleh para anggotanya.




§  Motivasi dan produktifitas
Setiap kelompok biasanya mempunyai daya tarik tersendiri baik itu sistem, tujuan , maupun kesamaan yang ada di dalam kelompok tersebut, sehingga orang lain akan termotivasi untuk bergabung dan tetap menjadi angggota kelompok tersebut. Motivasi juga dapat berupa dukungan bersama antar anggota untuk menciptakan hubungan positif agar komunikasi di dalamnya terpelihara dengan baik. Agar terjadi hubungan jangka panjang di dalam kelompok tersebut, sebuah kelompok haruslah produktif atau menghasilkan bagi setiap anggota di dalam kelompok itu, juga  untuk memotivasi orang  lain untuk membentuk atau bergabung di dalam sebuah kelompok jika nantinya kelompok tersebut akan menghasilkan bagi dirinya sendiri

§  Pengendalian dan pengorganisasian
Jika sebuah kelomok telah terbentuk , seorang pemimpin dan para anggotanya harus mampu menjalankan dan mengendalikan atau mengontrol aktivitas yang ada didalamnya antar anggotanya satu sama lain, dan diperlukanya pengorganisasian yaitu untuk menentukan tugas , tanggung jawab dan peranan masinng- masing setiap anggota.


Didalam suatu kelompok yang besar seperti organisasi atau perusahaan, biasaya juga terdapat suatu kelompok kecil yang disebut dengan tim. Tim merupakan kumpulan dari orang yang dianggap mampu dalam penyelesaian kegiatan – kegiatan di mana semua persoalan bersama sebagai suatu kelompok dipecahkan bersama. Tim juga dapat diartikan sebagai kelompok orang-orang yang mempunyai fungsi kolektif.









BAB VI  Kepemimpinan
Kesimpulan: kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang- orang atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama, karena pemimpin merupakan inti manajemen, dengan kata lain kepribadian  dan tindakan seorang pemimpin sangat berpengaruh kepada orang lain yang merupakan faktor utama yang menentukan pencapaian tujuan dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin harus mampu melakukan 3 hal berikut dalam melaksanakan pekerjaannya:
Contoh : Seorang manajer pemasaran menentukan (visi )yaitu sasaran  atau target  pasar  dalam penjualan produk, dalam melaksanakan tugasnya (misi ) dia menunjukan kepada karyawan sikap kreatif, tangguh dan gigih berharap agar karyawan-karyawannya dapat mengikutinya
1.    Mampu mengantisipasi dalam pengelolaan organisasi
2.    Mampu mengevaluasi kelemahan yang timbul
3.    Sanggup membawa organisasi pada sasaran dalam waktu yang ditetapkan
Teori kepemimpinan
1.    Trait teori : yaitu membedakan membedakan para pemimpin dan mereka yang dipimpin sengan acra berfokus pada berbagai sifat, karakteristik pribadi
2.    Teori perilaku
Ada 2 dimensi yaitu:
o   Struktur awal : pemimpin menyusun perannya dan juga peran bawahanya
o   Tenggang rasa : seberapa pemimpin mempunyai hubungan profesional yang di tandai oleh saling percaya, rasa hormat terhadap ide dan perasaan bawahan
3.    Teori kemungkinan:
Pemimpin yang keras, tegas dalam kurun waktu tertentu berhasil bak, tetapi perubahan waktu berakibat gaya itu tidak disukai sehingga berakibat pamor organisasi/ perusahaan menurun
4.    Teori situasional
Bergantung pada kesiapan para anggotanya , pemimpin yang berhasil dicapai dengan memilih gaya yang benar.
5.    Teori jalan tujuan
Tugas pemimpin membantu bawahanya mencapai tujuan mereka dan mengarahkan yang dibutuhkan , memberikan dukungan bahwa tujuan mereka selaras dengan tujuan organisasi.
Kepemimpinan kharismatik
Para pengikut memandang sebagai sikap atau kepemimpinan yang luar biasa saat mengamati perilaku tertentu. Contoh pemimpin kharismatik adalah bung Karno, yang mana citranta dan kharismanya masih dapat di rasakan oleh rakyat indonesia
Menciptakan pemimpin efektif
1.    Seleksi : menentukan calon pemimpin yang  tepat perlu memenuhi kriteria yang di persyaratkan
2.    Pelatihan: pelatihan karyawan dapat diangap sebagai investasi.
Contoh pemimpin yang efektif adalah Abraham Samad ketua KPK saat ini. Karena baru menjabat sebagai ketua KPK , tidak butuh waktu lama Abraham Samad mampu mengungkapkan skandal-skandal korupsi kelas kakap.
Ciri- ciri kepemimpinan sangat mempengaruhi kinerja dan aktivitas di dalam organisasi yaitu:
§  Pendidikan umum yang luas dan keterampilan berkomunikasi
§  Kemampuan berkembang secara mental
§  Sikap ingin tahu, rasionalitas dan objektivitas
§  Kemampuan analisis,programatis dan kapabilitas integratif
§  Memliki daya ingat yang kuat dan kemampuan mendengar
§  Sense of urgent (hal-hal yang lebih penting)/prioritas),
§  Sense of timming (mengetahui saat-sasat yang tepat).
§  Sense of cohesiveness (menyatu dengan yang dipimpin)
§  Keberanian ,ketegasan dan kesederhnaan




TUGAS PERILAKU ORGANISASI
Mengambil Kesimpulan BAB I BAB VII
 






FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BUDILUHUR
2012


BAB 1 Perilaku Organisasi
Kesimpulan : Manusialah yang menjadi landasan dasar perilaku organisasi, karena organisasi dibentuk oleh sekelompok manusia. Sehingga sifat,  karakteristik dan perilaku manusia yang ada dalam organisasi merupakan permulaan yang membentuk  perilaku organisasi itu sendiri, dengan kata lain kinerja organisasi sangat tergantung kinerja individu di dalamnya. organisasi juga dikendalikan oleh manusia karena semua persoalan dan pemecahan masalah di buat oleh manusia. Sebagai contoh bahwa manusia merupakan faktor utama atau pendukung utama perilaku organisasi:
Jika mahasiswa budiluhur memiliki prestasi dan kelakuan yang baik maka menunjukan bahwa perilaku yang terjadi didalam kampus budiluhur telah berhasil sesuai dengan visi dan misinya “berprestasi dan berbudiluhur” atau semua aktivitas dan perilaku didalam kampus berjalan dengan semestinnya ,dan sebaliknya jika prestasi dan perilaku satu atau lebih mahasiswa budiluhur tidak baik maka akan mencerminkan bahwa perilaku dan aktivitas yang ada didalam kampus budiluhur tidak berjalan dengan baik.
         
Selain manusia masih terdapat beberapa unsur pokok  yang  menjadi pembentuk utama perilaku organisasi, berikut ini beberapa unsur-unsur pokok yang membentuk perilaku organisasi:
1. Orang , seperti pada penjelasan diatas orang- orang ada di dalam  organisasi    ntukan sistem sosial intern di dalam organisasi.
2.  Struktur ,merupakan bagan yang mengelompokan orang-orang di dalam organisasi atas berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya.
3. Proses , merupakan aktifitas nafas hidup bagi struktur organisasi .
4. Teknologi , adalah sarana yang digunakan untuk menyelesaikna suatu pekerjaan seseorang.
5. Lingkungan, setiap organisasi beroperasi di lingkungan luar perusahaan , unsur yang sangat mempengaruhi antara lain pemerintah, keluarga ,perusahaan lain dsb.

     BAB II Dasar- Dasar Perilaku Individu
Kesimpulan : Perilaku Manusia terbentuk oleh banyak faktor, sedikitnya ada tiga faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, yaitu oleh kemampuannya, kebutuhan, dan juga di pengaruhi oleh pengharapannya.
 Selain faktor faktor tersebut di dalam diri manusia terdapat tiga bagian yang sudah melekat sejak lahir yaitu raga, jiwa dan sukma. Dari tiga ketiganya jiwa adalah hal yang sangat berhubungan dengan perilaku manusia karena perilaku manusia terbentuk  di dalam jiwa manusia itu sendiri.
Yang menjadi masalah utama organisasi adalah  perilaku setiap manusia berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain.Terdapat beberapa prinsip dasar manusia yang membentuk perilaku seseorang  berbeda- beda antara yang satu dengan yang lain.
1.    Manusia perilakunya berbeda karena memiliki kemampuan yang berbeda.
2.    Manusia mempunyai kebutuhan yang berbed.
3.    Manusia memikirkan masa depan dan bagaimana harus bertindak.
4.    Seseorang memperhatikan lingkungan hubungannya dengan masalalu (history).
5.    Seseorang mempunyai relasi-relasi senang maupun tidak senang.
Perilaku manusia juga dapat timbul karena kekuatan dari luar diri manusia itu sendiri. Beberapa kekuatan utama yang mempengaruhi   perilaku seseorang antara lain:
1. kekuatan faktor keturunan.
2. kekuatan  budaya.
3. kekuatan kelas sosial dan dari enggota kelompok lain.
4. kekuatan hubungan keluarga.
 Contoh ; seseorang mencalonkan diri sebagai presiden RI ,orang tersebut berani mencalonkan diri karena dia merupakan keturunan dari salah satu mantan presiden RI yang sangat terkenal, meskipun kemampuannya tidak secakap ayahnya tetapi dia mendapat kekuatan dari para kerabat dan orang-orang yang mendukung dan sangat segan serta menghargai ayahnya. Hal ini merupakan salah satu contoh  dari kekuatan fakto keturunan.

BAB III Persepsi, komunikasi dan Pengambilan Keputusan
Kesimpulan : Persepsi merupakan suatu penafsiran yang unik dari seseorang dimana penafsiran tersebut bersifat kompleks , interaktif dan proses pemikiran yang sangat mendalam yang menghasilkan suatu gambaran unik tentang suatu kenyataan yang bisa saja sangat berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya , diamana setelah terbentuk persepsi tersebut akan di komunikasikan atau di proses dalam peneriaman berita atau informasi dari seseorang ke orang lain yang akan menjadi umpan balik untuk suatu pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah untuk mencapai keadaan yang di inginkan.
 Dari kesimpulan diatas dapat di nyatakan bahwa persepsi ,komunikasi dan pengambilan keputusan merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain di dalam kehidupan seseoarang.

v Persepsi
Ada 3 tiga faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi yaitu;
1.    Psikologi » psikologi membentuk suatu persepsi terhadap apa yang ada di dunia ini. Misal persepsi terhadap sebuah lagu, persepsi seseorang akan berbeda dengan orang lainya terhadap lagu tersebut
2.    Famili » keluarga sangat berpengaruh  terhadap persepsi seseorang, karena orang tua mengembangkan cara khusus di dalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini.
3.    Kebudayaan » kebudayaan dan lingkungan masyarakat merupakan faktor yang kuat dalam mempengaruhi sikap ,nilai,dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan yang ada.

v Komunikasi
Komunikasi antar pribadi merupakan proses penyampaian berita  oleh seseorang dan diterimanya berita tersebut oleh orang lain atau kelompok kecil akibat adanya umpan balik dengan segera.





Komuikasi antar pribadi akan efektif apabila ada 5 unsur yaitu;
1.    Keterbukaan » keinginan untuk  terbuka aantara satu orang yang  berinteraksi  dengan orang lain dan keinginan untuk menanggapi secara jujur.
2.    Empahthy» keinginan untuk merasakan apa yang di rasakan oleh orang lain, baik senag maupun susah
3.    dukungan » sangat berpengaruh untuk membentuk komunikasi yang efektif
4.    Kepositifan » komunukasi efektif tejalin  apabila berfikir positif terhadap orang lain, dan berkelanjutan jikaperasaan positif dikomunikasikan maka akan membentuk suatu kerjasama.
5.    Kesamaan » suatu keistimewaan , karena komunikasi akan lebih efektif jika memiliki kesamaan antara orang- orang yang berkomunikasi.

v Penagambilan Keputusan
Dalam pengambilan keputusan ada beberapa proses yang harus di lakukan , karena pengambilan keputusan merupakan suatu proses dalam memecahkan masalah untuk mencapai keadaan yang di inginkan. Proses –proses tersebut antara lain;
1.    Menetapkan tujuan dan sasaran khusus serta mengukur hasilnya.
2.    Mengidentifikasi masalah.
3.    Mengembangkan alternatif.
4.    Mengevaluasi alternatif.
5.    Memilih sebuah alternatif.
6.    Melaksanakan keputusan.
7.    Mengendalikan dan mengevaluasi.








BAB IV  Sikap, Nilai, dan Kepuasan Kerja
Kesimpulan: sikap merupakan suatu keadaan siap mental dalam berperilaku , yang berkaitan dengan persepsi ,kepribadian, dan Motivasi yang di pelajari melalui pengalaman yang mana di didasarkan pada sebuah nilai- nilai kehidupan, dengan kata lain nilai sebagai cara untuk mengorganisasi sikap seseorang . (merupakan keterikatan antara sikap kdan nilai ). Selain itu sikap dengan atau tanpa kita sadari sering di terapkan dalam  kepuasan jabatan . Seseorang akan menyikapi pekerjaan mereka karena memiliki sebuah persepsi terhadap jabatan aau pekerjaan mereka. Dimana  sikap yang berpedoman kepada nilai yang ada akan  di terapkan untuk memperoleh  suatu kepuasan jabatan ,seperti imbalan berupa uang ,peluang untuk promosi jabatan. (merupakan keterkaitan sikap yang di terapkan dalam kepuasan kerja, dan juga sikap dan nilai sudah teriakat dan tidak dapat dipisahkan di manapun sikap itu di terapkan )

Karena sikap merupakan cara seseorang dalam berperilaku maka sikap dapat di rubah karena ada beberapa variabel yang mempengaruhi sikap yang dapat di kelompokan menjadi 3 (tiga) faktor antara lain;
o   Kepercayaan kepada pihak yang mengirimkan pesan , seseorang mempercayai pesan atau pernyataan yang di katakan oleh orang lain karena sudah  mempercayai si pengirim pesan terlebih dahulu. Sebaliknya jika orang tersebut tidak percaya kepada pengirim pesan maka tidak akan mengubah suatu sikap.
o   Kepercayaan pada pesan itu sendiri, penerima pesan sangat mempercai bahwa pesan yang di teriman memiliki  nilai yang benar dan berarti.
o   Situasi yang di hadapi
Contoh; seorang mahasiswa mendapat IPK kurang dari pada 3 pada semester pertama, ketika itu temannya yang dianggapnya lebih pintar darinya menuturkan tentang bagaimana cara bersikap tentang metode belajar yang benar agar mampu memaksimalkan kuliahnya , setelah dia terapkan pada semester 2 dia mendapat IPK 3,75. Hal ini merupakan kepercayaan kepada pihak yang mengirimkan pesan.





BAB V  Motivasi Dalam Organisasi

Kesimpulan ; Motivasi merupakan suatu hal yang memiliki kekuatan bagi seseorang untuk mendorong, mengajak , mempengaruhi baik yang di berikan untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Motivasi di berikan untuk dirinya sendiri karena adanya kebutuhan untuk berkembang  yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan keinginan interistik dari seseorang untuk mengembangkan dirinya. Sedangkan motivasi diberikan untuk orang lain karena ingin orang lain melakukan suatu pekerjaan yang  diharapkannya tanpa melalui paksaan.
Contoh : seorang manajer perusahaan memberikan gaji dan insentif  diatas UMR kepada karyawannya untuk memotivasi karyawannya agar dapat bekerja dengan optimal, tentunya akan menguntungkan perusahaan.( Salah satu contoh motivasi yang diberikan untuk orang lain).
          Seorang mahasiswa beranggapan bahwa jika dia mendapatkan IPK yang bagus maka dia akan mendapatkan pekerjaan yang bagus yang sesuai dengan keinginannya .(Merupakan suatu cara untuk memotivasi dirinya sendiri).
Motivasi yang paling efektif adalah motivasi material, akan tetapi tidak selalu motivasi material akan selalu berjalan dengan baik dan jangka panjang tanpa di imbangi motivasi nonmaterail dan motivasi spiritual. Karena paad hakekatnya manusia memiliki sifat yang tidak pernah puas.
1.    Motivasi Material » seperti gajih, insentif dan kebutuhan lainya.
2.    Motivasi Non material » seperti pengakuan , penghargaan dsb
3.    Motivasi Spiritual » timbul karena adanya kekuatan kepercayaan misal mengadakan kegiatan kerohanian.

v Teori Motivasi Prestasi Mc Clcland
Teori ini mengemukakan bahwa manusia pada hakekatnya mempunyai kemampuan untuk berprestasi diatas kemampuan orang lain . Ada tiga kebutuhan menurut teori ini:
o   Kebutuhan untuk berprestasi
o   Kebutuhan untuk berafiliasi
o   Kebutuhan untuk kekuasaan
BAB VI  Kepemimpinan

Kesimpulan; Pemimpin merupakan inti manajemen, dengan kata lain kepemimpinan merupakan titik tumpu proses dalam suatu kelompok karena kepribadian  dan tindakan seorang pemimpin sangat berpengaruh kepada orang lain yang merupakan faktor utama yang menentukan pencapaian tujuan dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin harus mampu melakukan 3 hal berikut dalam melaksanakan pekerjaannya:
1.    Mampu mengantisipasi dalam pengelolaan organisasi
2.    Mampu mengevaluasi kelemahan yang timbul
3.    Sanggup membawa organisasi pada sasaran dalam waktu yang ditetapkan.

Contoh : Seorang manajer pemasaran menentukan (visi )yaitu sasaran  atau target  pasar  dalam penjualan produk, dalam melaksanakan tugasnya (misi ) dia menunjukan kepada karyawan sikap kreatif, tangguh dan gigih berharap agar karyawan karyawannya dapat mengikutinya.
Ciri- ciri kepemimpinan sangat mempengaruhi kinerja dan aktivitas di dalam organisasi yaitu:
§  Pendidikan umum yang luas dan keterampilan berkomunikasi
§  Kemampuan berkembang secara mental
§  Sikap ingin tahu, rasionalitas dan objektivitas
§  Kemampuan analisis,programatis dan kapabilitas integratif
§  Memliki daya ingat yang kuat dan kemampuan mendengar
§  Sense of urgent (hal-hal yang lebih penting)/prioritas),
§  Sense of timming (mengetahui saat-sasat yang tepat).
§  Sense of cohesiveness (menyatu dengan yang dipimpin)
§  Keberanian ,ketegasan dan kesederhanaan
Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab antara lain :
Ø Mementukan tujuan pelaksanaan kerja yang realistis
Ø Melengkapi sumber dana
Ø Mengkomunikasikan harapan dari karyawan
Ø Menyediakan hadiah untuk mendorong prestasi kerja
Ø Menghilangkan hambatan untuk pelaksanaan kerja yang efektif
Ø Menilai hasil kerja dan mengkomunikasikan hasil penilaian tersebut
Ø Menunjukan perhatian kepada karyawan.
BAB VII Kekuasaan dan Politik
Kesimpulan: kekuasaan merupakan suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin yang di gunakan untuk menggunakan kekuaatan yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkan dan menghilangkan halangan.
Contoh : Seorang pemimpin menggunakan kekuasaan untuk untuk menhilangkan halangan yaitu orang- orang yang oposisi dengannya atau partainya dengan melenyapkan orang-orang tersebut secara misterius melalui kaki tangannya. Tindakanya tidak akan ada berdampak selama dia masih mempunyai kekuasaan.

Sumber dan bentuk kekuasaan
Pandangan french adn reven mengenai sumber dan bentuk kekuasaan ada 5 antara lain:
1.    Kekuasaan paksaan (coersive power) : kekuataan dari kekuasaan ini berdasarkan rasa takut
2.    Kekuasaan legitimasi (legitimate power) merupakan kekuasaan yang sah / kekuasaan ini bersumber pada jabatan yang dipegang oleh pemimpin.
3.    Kekuasaan keahlian / pakar  (expert power) kekuasaan ini bersumber dari keahlian kecakapan, atau pengetahuan yang di miliki seorang pemimpin yang di wujudkan lewat rasa hormat, dan pengaruhnya terhadap orang lain.
4.    Kekuasaan penghargaan (reward power ) : kemampuan yang di peroleh karena jasa atau penghargaan yang pernah di berikan seorang pemimpin.
5.    Kekuasaan referensi (referent power) : kekuasaan ini berseumber pada sifat-sifat pribadi dari seorang pemimpin.
6.    Tambahan dari reven dan kruglanski, kekuasaan informasi (information power):kekuasaan ini bersumber  karena adanya akses informasi yang dimiliki oleh seorang pemimpin  yang di anggap sangat berharga bagi engikutnya.
7.    Harsey golsmith menambahkan, kekuasaan hubungan, kekuasaan hubungan (conected power) kekuasan ini bersumber pada hubungan yang di jalin oleh pemimpin dengan orang- orang yang di anggap penting dan berpengaruh baik di dalam maupun di luar organisasi.




Taktik memperoleh kekasaan
·       Nalar : secara rasional , yaitu di pendukung secara akal dan pikiran memutuskan pantas tidaknya calon pemimpin
·       Keramahan : jika serorang pemimpin ramah maka akan memperoleh power / kekuatan dari pendukungnya.
·       Koalisi : kekuasaan di peroleh karena pemilihan atau kekuatan kelompoknya
·       Tawar menawar: kekuasan di dapat dengan memberikan iming-iming misal uang.
·       Ketegasan: ketegasaan di perlukan untuk memperoleh rasa segan dari orang lain
·       Otorisasi lebih tinggi: dengan kedudukan lebih tinggi
·       Sanksi : memberikan sanksi kepada siapapun yang menentang

Politik
1.    Perilaku politik
o   Perilaku politik yang sah, perilaku politik yang sesusai dengan undang –undang
o   Perilaku politik, perilaku politik dalam tanda kutip artinya ada suatu hal yang dirahasaiakan dari suatu parta politik
2.    Realitas politik: suatu politik yang dapat diandalkan
3.    Faktor penyumbang pada perilaku politik
o   Individual, individual meruapakan faktor utama pembentuk perilaku politik, karena individu atau oranglah yang mejalankan poitik
o   Organisasional , dengan organisasi maka di bentuklah suatu partai politik untuk memperkuat politik
o   Desain pekerjaan : dalam menjalankan politik sangat di perlukan suatu desain atau gambaran pekerjaan setiap anggota
o   Desain organisasi : desain organisai sangat menentukan karakteristik dari organisasi atau parpol dalam politik
4.    Etika berperilaku politik: suatu politik haruslah beretika atau sesuai dengan aturan- aturan perundang- undangan yang berlaku di masyarakat.

BAB VIII Dasar – Dasar perilaku kelompok
Kesimpulan : Perilaku suatu kelompok sangat di ditentukan oleh perilaku individu dalam kelompok  itu sendiri, sehingga Untuk dianggap suatu kelompok setiap anggota harus mempersepsipkan hubungan mereka yaitu tentang keberadaan (eksistensi ) setiap anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri .
Contoh: di dalam sebuah organisasi seperti perusahaan di dalamnya di tentukan seorang pemimpin yaitu direktur manajer ,dan dibentukan struktur organisasi  , hirarki status, peranan, norma, kepaduan,dan kepimpinan yang kesemuanya merupakan karakteristik dari kelompok yang menjadi dasar perilaku perusahaan itu sendiri sebagai suatu keompok dalam menjalankan operasional atau semua aktivitas perusahaan.

Tahap-tahap pembentukan kelompok
§  Dukungan besama
Dukungan bersama erat kaitanya dengan anggota suatu kelompok yakni bahwa anggota suatu kelompok harus mempersepsikan keberadaan (eksistensi ) setiap anggota dan keberadaan kelompok itu sendiri. serta setiap anggota suatu kelompok harus mengakui dan mengetahui peranan masing-masing , karena pada hakikatnya manusia memiliki kebutuhan untuk berafiliasi maka dukungan bersama sangat diperlukan untuk komunikasi yang efektif dalam membentuk
suatu kelompok

§  Komunikasi dan pegambilan keputusan
Sebuah kelompok terbentuk akibat adanya interaksi antara orang-yang yang ada di dalam suatu kelompok di dalamnya. Dengan kata lain hal ini hubunganya dengan komunikasi, dan hubungannya dengan pengambilan keputusan yakni didalam sebuah kelompok  harus menentukan  pemimpin terlebih dahulu, setelah terdapat pemimpin didalam suatu kelompok tersebut barulah pemimpin menentukan pilihan tujuan sebagaimana yang diajukan oleh para anggotanya.




§  Motivasi dan produktifitas
Setiap kelompok biasanya mempunyai daya tarik tersendiri baik itu sistem, tujuan , maupun kesamaan yang ada di dalam kelompok tersebut, sehingga orang lain akan termotivasi untuk bergabung dan tetap menjadi angggota kelompok tersebut. Motivasi juga dapat berupa dukungan bersama antar anggota untuk menciptakan hubungan positif agar komunikasi di dalamnya terpelihara dengan baik. Agar terjadi hubungan jangka panjang di dalam kelompok tersebut, sebuah kelompok haruslah produktif atau menghasilkan bagi setiap anggota di dalam kelompok itu, juga  untuk memotivasi orang  lain untuk membentuk atau bergabung di dalam sebuah kelompok jika nantinya kelompok tersebut akan menghasilkan bagi dirinya sendiri

§  Pengendalian dan pengorganisasian
Jika sebuah kelomok telah terbentuk , seorang pemimpin dan para anggotanya harus mampu menjalankan dan mengendalikan atau mengontrol aktivitas yang ada didalamnya antar anggotanya satu sama lain, dan diperlukanya pengorganisasian yaitu untuk menentukan tugas , tanggung jawab dan peranan masinng- masing setiap anggota.


Didalam suatu kelompok yang besar seperti organisasi atau perusahaan, biasaya juga terdapat suatu kelompok kecil yang disebut dengan tim. Tim merupakan kumpulan dari orang yang dianggap mampu dalam penyelesaian kegiatan – kegiatan di mana semua persoalan bersama sebagai suatu kelompok dipecahkan bersama. Tim juga dapat diartikan sebagai kelompok orang-orang yang mempunyai fungsi kolektif.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar